Saturday, January 31, 2015
Cara Mudah Belajar Hipnotis
TEKNIK BAGAIMANA MELAKUKAN HYPNOTIS
Suatu Panduan Dasar
Terima kasih sudah bergabung dengan kami. Manfaatkanlah ilmu ini untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat buat anda dan orang lain.
PENDAHULUAN
Hypnotis sesungguhnya berhubungan dengan bahasa Yunani “hypnos” yang artinya “tidur” atau dewa tidur. Mungkin itulah sebabnya kebanyakan praktek hypnotis pertama-tama selalu menidurkan orang terlebih dahulu, kemudian melakukan sesuatu di luar kesadaran korban.
Prinsip kerja Hipnotis adalah membawa klien Subyek atau (subyek target) dari gelombang otak sadar (level Beta) menuju kondisi rileks, mendekati tidur (level alpha). Dalam kondisi ini gelombang Alpha-Theta lebih aktif sehingga sugesti (saran/perintah) yang ditanamkan seorang terapis lebih mudah diterima dan masuk pada alam bawah sadar. Kondisi ini dapat di manfaatkan untuk kepentingan terapi yang bersifat psikis dan atau penyakit fisik akibat dari faktor psikis.
Sebelum memasuki Metode Pelajaran Hipnotis, kami akan menjelaskan bagaimana proses hipnotis itu berjalan, dengan ini anda akan mengetahui inti dari hipnotis dengan penjelasan dan contoh yang mudah anda mengerti, bisa dikatakan ini adalah salah satu bagian terpenting bagi anda dalam memahami bagaimana hipnotis bisa dilakukan oleh anda.
Secara sederhana hipnotis adalah suatu cara memerintah seseorang agar menjalankan perintah yang kita ajukan. Nah berarti ada 3 hal yang diperlukan untuk menjalankan proses hipnotis ini, yaitu:
Pemberi Perintah
Pihak ini sering juga disebut hypnotist atau master hypnotis, yaitu seseorang atau sekelompok orang yang melakukan hipnotis dengan memasukan perintah (sugesti) kepada subyek target atau dapat disebut juga korban.
Penerima Perintah
Adalah orang atau sekelompok orang yang terhipnotis dengan menerima perintah dari si juru hipnotis atau pembuat perintah.
Media
Adalah suatu penghubung antara juru hipnotis selaku pembuat perintah dan subyek target selaku penerima perintah. Media hipnotis ini sebagian besar adalah KATA-KATA berupa SUARA karena ketika sedang melakukan hipnotis, senjata seorang juru hipnotis adalah KATA-KATA. Tetapi tidak berarti bahwa media lain tidak bisa digunakan. Ada media lain namun jarang digunakan. Romy Rafael, misalnya, dapat menggunakan media tulisan.
MAU PELATIHAN HIPNOTIS DI JOGJAKARTA, bisa hub 089631532718/BB 7522710A
Ini ada videonya, clik aja dan lihat caranya :
Video Belajar Hipnotis Mudah Versi Indonesia
Thursday, September 11, 2014
Contoh Proposal Skripsi
IMPLEMENTASI PRINSIP DASAR KEMANUSIAAN DALAM GERAKAN
PALANG MERAH DAN BULAN SABIT MERAH INTERNASIONAL OLEH MAHASISWA PPKN
UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN TAHUN AKADEMIK 2013/2014
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Bangsa
Indonesia merupakan bangsa besar yang menjunjung tinggi nilai-nilai
kemanusiaan. Hal ini tercantum dalam dasar ideologi negara yakni sila ke-2
Pancasila dan alinea ke-4 UUD 1945. Namun berbagai peristiwa kerusuhan yang
sering terjadi dan banyak memakan
korban jiwa seperti di Madura, Poso dan Ambon, telah membuktikan bahwa krisis
kemanusiaan masih terjadi di negara Indonesia yang beradab.
Ini membuktikan bahwa masih banyaknya kasus kemanusiaan yang terjadi, dalam hal
ini sila ke-2 pancasila yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab belum terwujud
di Negara Indonesia yang berlandaskan pancasila. Padahal kemanusiaan itu sangat
penting untuk diperhatikan karena kemanusiaan merupakan hakikat dan sifat-sifat khas manusia sebagai makhluk yang tinggi harkat dan
martabatnya. Dalam hal ini kemanusiaan itu mengenai
harkat dan martabat manusia serta merupakan makhluk yang tertinggi di antara
makhluk ciptaan Tuhan sehingga
nilai-nilai kemanusiaan tersebut mencerminkan
kedudukan manusia sebagai makhluk tertinggi di antara makhluk-makhluk
lainnya. Seseorang mempunyai nilai-nilai kemanusiaan yang tinggi menghendaki masyarakat memiliki sikap dan
perilaku sebagai layaknya manusia.
Sebaliknya dia tidak menyukai sikap dan perilaku yang sifatnya merendahkan manusia lain.
Prinsip kemanusiaan
menurut Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional bahwa Gerakan
Palang Merah dan Bulan Sabit Merah itu lahir dari keinginan untuk memberikan
pertolongan kepada korban yang teruka dalam pertempuran tanpa membeda-bedakan
mereka dan untuk mencegah serta mengatasi penderitaan sesama manusia yang
terjadi dimanapun. Tujuannya ialah melindungi jiwa dan kesehatan serta menjamin
penghormatan terhadap umat manusia. Gerakan ini menumbuhkan saling pengertian,
persahabatan, kerja sama dan perdamaian abadi antar sesama manusia.
Dalam berbagai gerakan
kepalangmerahan terdapat beberapa komitmen terhadap
kemanusiaan seperti memperbaiki hajat hidup masyarakat rentan melalui promosi prinsip
nilai kemanusiaan, penanggulangan bencana, kesiapsiagaan penanggulangan bencana,
kesehatan dan perawatan di masyarakat,
Di dalam lembaga
pendidikan seperti sekolah telah banyak mengajarkan tentang sikap-sikap
kemanusiaan, kemanusiaan itu tidak hanya dipandang sebagai kejadiaan tentang
kekerasan prilaku manusia tetapi juga termasuk didalamnya rasa kepedulian
dengan sesama manusia seperti sikap tolong-menolong kepada orang lain yang
membutuhkan.bantuan. sikap seperti ini dapat di golongkan sebagai sikap yang
memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi. Pemahaman mengenai sikap kemanusiaan
dapat kita temukan do dalam proses pembelajaran di sekolah terutama di dalam
bidang ekstrakulikuler yang berhubungan dengan nilai-nilai kemanusiaan
contohnya seperti : Pramuka, PMR dan lain-lain.
Dalam
hubungannya dengan Palang Merah Remaja atau PMR yang merupakan wadah pembinaan
dan pengembangan anggota remaja yang dilaksanakan oleh Palang Merah Remaja
Terdapat di PMI Cabang seluruh Indonesia dengan anggota lebih dari 1 juta
orang. Anggota PMR merupakan salah satu kekuatan PMI dalam melaksanakan
kegiatan-kegiatan kemanusiaan di bidang kesehatan dan siaga
bencana,mempromosikan Prinsip-prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan
Sabit Merah Internasional, serta mengembangkan kapasitas organisasi PMI.
Pengembangan anggota remaja ini biasanya terdapat di organisasi-organisasi sekolah
yang mengadakan ekstrakulikuler PMR dan di dalam ekstrakulikuler PMR diajarkan
begitu banyak sikap yang mengajarkan begitu sikap yang berhubungan dengan
kemanusiaan. Pengajaran seperti ini memberikan manfaat yang banyak bagi pesta
didik untuk memahami pentingnya nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.
Pengajaran
tentang ekstrakurikuler PMR di sekolah biasanya diajarkan oleh seseorang yang
mempunyai kemampuan dan kompetensi tentang materi PMR. Dalam hal ini mahasiswa
yang mendapat mata kuliah PMR juga dapat mengajarkan ekstrakulikuler di
sekolah. Karena pada umumnya seorang mahasiswa itu mempunyai wawasan yang luas
dan jauh ke depan (khususnya bagi mahasiswa S1). Dengan bekal wawasan yang luas
itu diharapkan dengan adanya pembelajaran mengenai PMR mahasiswa dapat
mengajarkan apa yang telah di dapatnya kepada siswa-siswa yang ada di sekolah
serta map u menerapkan nilai-nilai apa saja yang terkandung di dalam
pembelajaran PMR. Mahasiswa sebagai masyarakat intelektual dan sekaligus
sebagai warga negara tentu saja memiliki tugas dan tanggung jawab yang tidak
ringan. Sebab, idealnya mahasiswa dituntut bukan hanya untuk cerdas dalam
belajar,tetapi lebih dari pada itu juga harus kritis terhadap kenyataan sosial
yang ada. Kenyataan inilah, maka mahasiswa disebut sebagai agent of Changde.
Dengan mata kuliah tentang PMR ini mahasiswa juga diharapkan agar dapat membina
siswa-siswa di sekolah untuk menjadi seseorang yang memiliki rasa kemanusiaan
yang tinggi terhadap sesama serta mampu menjunjung tinggi rasa kemanusiaan
tersebut sesuai dengan nilai-nilai Pancasila yang terkandung di dalam ke-2.
Di
Universitas Ahmad Dahlan khususnya program studi PPKn terdapat mata kuliah PMR
yang mengajarkan tentang Penguatan kualitas mahasiswa dan pembentukan karakter
untuk menjadi seorang guru serta warga negara yang baik, membentuk anggota PMR agar
dapat berperilaku hidup sehat dan memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi
terhadap sesama dan mampu merealisasikan nilai-nilai yang terkandung di dalam
mata kuliah PMR agar menjadi seorang pendidik yang memiliki nilai-nilai
kepalangmerahan yang tinggi serta dapat menjadi seorang relawan yang memiliki
rasa kemanusiaan yang tinggi. Dalam kenyataannya mahasiswa PPKn yang telah
menempu mata kuliah PMR belum menerapkan nilai-nilai yang terkandung di dalam
PMR itu sendiri, rasa kepedulian terhadap sesama masih kurang misalnya pada
saat teman sebayanya mengalami sebuah musibah, rasa kepedulian untuk menjenguk
atau memberikan bantuan terhadap temannya tersebut masih kurang dan kesadaran
terhadap kemanusiaan seperti yang diajarkan di dalam mata kuliah PMR itu
sendiri belum terlaksana dan hanya sebatas pembelajaran saja belum ke tahap
penerapannya. Ini bisa dilihat dari keseharian mahasiswa yang cenderung
bersifat individualis hanya mementingkan dirinya sendiri. Kejadian seperti ini
membuktikan bahwa kesadaran akan kepedulian terhadap sesama dan rasa
kemanusiaan yang dimiliki oleh mahasiswa PPKn yang telah menempu mata kuliah
PMR belum diterapkan atau direalisasikan di dalam kehidupan sehari-hari.
B.
Identifikasi Masalah
1.
Belum dipahaminya
prinsip kemanusiaan dengan benar oleh mahasiswa PPKn.
2.
Belum terealisasinya
prinsip dasar kemanusiaan dalam
kehidupan sehari-hari.
3.
Belum dipahaminya
tujuan PMR secara benar oleh mahasiswa PPKn.
C.
Batasan Masalah
Penelitian ini
dibatasi pada pembahasan tentang Implementasi Prinsip Dasar Kemanusiaan dalam
Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional Oleh Mahasiswa PPKn
Universitas Ahmad Dahlan tahun Akademik 2013/2014.
D.
Rumusan Masalah
Dari uraian diatas, maka
masalah yang dapat dirumuskan adalah bagaimana Implementasi Prinsip Dasar
Kemanusiaan dalam Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional Oleh
Mahasiswa PPKn Universitas Ahmad Dahlan tahun Akademik 2013/2014 ?
E.
Tujuan Penelitian
Berdasarkan judul dan rumusan
masalah di atas, maka penelitian ini mempunya tujuan untuk mengetahui bagaimana
Implementasi Prinsip Dasar Kemanusiaan dalam Gerakan Palang Merah dan Bulan
Sabit Merah Internasional Oleh Mahasiswa PPKn Universitas Ahmad Dahlan tahun
Akademik 2013/2014
F.
Manfaat Penelitian
Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai
berikut:
1.
Secara Teoritis
Penelitian ini dapat menambah
pengetahuan mengenai teori tentang pendidikan karakter mengenai penerapan
nilai-nilai yang telah diterima di dalam mata kuliah untuk di terapkan pada
aktivitas sehari. Dengan penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan
pemikiran terhadap pengembangan teori dan ilmu pengetahuan yang berkaitan
dengan implementasi nilai-nilai kemanusiaan oleh mahasiswa PPKn yang telah
mendapatkan mata kuliah PMR dalam aktivitas sehari-hari.
2.
Manfaat Praktis
a.
Bagi peneliti
Diharapkan
penelitian ini dapat menambah wawasan, pengetahuan dan pengalaman bagi peneliti
dan berbagai permasalahan yang berkaitan dengan belum adanya implementasi
prinsip dasar Kemanusiaan dalam mata kuliah PMR untuk di terapkan dalam
kehidupan sehari-hari.
Nilai-Nilai Antikorupsi dalam Dongeng
Pendidikan antikorupsi adalah perpaduan pendidikan
nilai dan karakter. Sebuah karakter yang dibangun di atas landasan kejujuran,
integritas, dan keluhuran. Dalam kaitan itu, dongeng bisa menjadi sarana
penanaman nilai-nilai antikorupsi. Pertanyaannya, nilai-nilai antikorupsi
seperti apa yang selayaknya diberikan melalui dongeng?
Kita mengetahui, korupsi bisa timbul karena dua sebab.
Sebab pertama, korupsi karena kebutuhan (corruption by need). Korupsi
yang timbul ketika penghasilan tidak lagi bisa menanggung kebutuhan dasar
sehari-hari. Jalan keluarnya biasanya dengan mengambil sikap menyimpang.
Melakukan korupsi. Sebab kedua, korupsi karena keserakahan (corruption by
greed). Tidak puas dengan satu gunung emas, cari gunung emas kedua dan
ketiga. Sudah punya rumah, ingin motor. Sudah ada motor, mau mobil. Mobil
terbeli, ingin mobil mewah.
Kedua jenis korupsi tersebut, korupsi karena kebutuhan
maupun karena kerakusan, memang tak bisa ditolerir. Namun, penanganan keduanya
mengharuskan cara berbeda. Korupsi karena kebutuhan timbul karena kondisi
obyektif yang tidak mendukung. Karena sistem yang tidak memberikan harapan
kesejahteraan. Oleh sebab itu, perbaikilah sistem.
Sementara, korupsi karena kerakusan disebabkan kondisi
subyektif. Kondisi internal seseorang. Adanya sifat tamak, tidak puas, dan
keinginan memperkaya diri sendiri. Korupsi yang dikerjakan oleh mereka yang
nuraninya sudah buta. Ingin sejahtera tanpa mau kerja keras. Karenanya, untuk
memberantas korupsi jenis ini, perbaikilah orangnya.
Korupsi karena tamak lebih bahaya ketimbang korupsi
karena kebutuhan. Kerakusan, dusta, ketidakjujuran merupakan perilaku yang bisa
terbentuk sejak kecil. Sejak masa kanak-kanak. Perilaku ini adalah kumpulan
dari apa yang dialami dalam proses hidup, mulai usia dini hingga dewasa. Teori
psikologi kognitif menguatkan argumen ini. Menurut psikologi kognitif, apa yang
kita dengar, lihat, pikirkan, rasakan, dan alami akan mempengaruhi cara pandang
dan perilaku kita.
Singkatnya, perilaku kita merupakan resultante dari
apa yang kita pikir, rasa, dan lakukan. Dengan demikian, apa yang kita lihat
dan dengar semasa kecil juga akan membentuk karakter kita bila dewasa kelak.
Karena itu, nilai-nilai antikorupsi dalam dongeng
adalah nilai-nilai yang mempromosikan kesederhanaan, kejujuran, dan daya juang.
Selain itu, juga nilai-nilai yang mengajarkan kebersamaan, setiakawan, dan
kedisiplinan.
Namun, tentu saja, tidak semua cerita dalam dongeng
bisa berguna. Kita pasti ingat dongeng si kancil mencuri ketimun petani. Si
kancil dikisahkan hewan yang cerdas, cerdik, dan lincah. Dengan kecerdikannya,
si kancil mengelabui petani, untuk kemudian berhasil mencuri ketimun. Si kancil
sulit tertangkap oleh petani. Suatu kali petani berhasil menangkap basah si
kancil. Tetapi dengan kelihaiannya, kancil berkelit dari jerat hukuman.
Cerita
kancil di atas mungkin saja telah meracuni pikiran anak. Anak mengira mencuri
adalah sesuatu yang wajar. Anak memiliki anggapan bahwa kepintaran merupakan
keunggulan seseorang yang bermanfaat untuk mencuri.
Karena itu, sesuai nilai antikorupsi yang ingin
disebarkan, maka kita perlu cerita dongeng yang memuat figur-figur yang jujur,
berani, kompetitif, dan bertanggungjawab. Bukan figur yang memakai
kecerdikannya untuk memperdaya orang lain.
Dongeng dan mendongeng adalah salah satu bentuk
pendidikan nilai, yang pada gilirannya mendukung upaya pendidikan antikorupsi.
Sebuah pendidikan antikorupsi yang dimulai dari usia dini. Pendidikan
antikorupsi diharapkan membentuk karakter individu, hingga pada gilirannya akan
membentuk karakter bangsa secara keseluruhan.
Sumber
:
Faisal Djabbar
Fungsional Deputi Pencegahan Direktorat Pendidikan & Pelayanan Masyarakat KPK
Fungsional Deputi Pencegahan Direktorat Pendidikan & Pelayanan Masyarakat KPK
Pendidikan Antikorupsi Lewat Dongeng
Saddam Husein, mantan presiden dan pemimpin besar
Irak, terdidik dalam dongeng. Dalam buku Man and The City, yang ditulisnya
sendiri, saddam bercerita betapa dirinya sangat terpengaruh cerita-cerita
ibunya. Saddam menuturkan, dia kerap dipeluk ibunya sambil ibundanya bercerita
tentang para leluhur. “Ibu saya mendongengkan cerita-cerita sambil membelai
rambut saya”, tulis Saddam. Sejumlah pengamat menduga, dongeng-dongeng yang
didengar Saddam banyak mempengaruhi kepribadiannya setelah dewasa. Saddam
banyak terinspirasi oleh cerita dongeng sang ibunda.
Pengalaman serupa terjadi pada Hans Christian
Andersen. H. C. Andersen, penulis cerita anak terkemuka abad 19, melalui
autobiografinya, The True Story of My Life, menulis, “Setiap minggu
ayahku membuat gambar-gambar dan menceritakan dongeng-dongeng”. Ibunya pun
melakukan hal yang sama. Sang ibu mengenalkan dongeng-dongeng legenda rakyat.
Kecemerlangan Andersen menyusun kisah dipengaruhi pengalaman batin masa kecil.
Ketika dia menggambarkan dalam benaknya dongeng yang diceritakan orang tuanya.
Berdasar pengalaman dua tokoh besar tadi, kita
barangkali bisa mengatakan bahwa dongeng ikut andil dalam pembentukan karakter
anak. Karena itu, dongeng berfungsi sebagai media pendidikan nilai-nilai
keluhuran. Menyebarkan pesan moral tanpa anak menyadari dirinya sedang disuntik
nilai-nilai kebaikan.
Dongeng menjadi jalan mewujudkan kaidah dasar, bahwa
penanaman nilai dapat dilakukan tanpa kesan memaksa dan menekan. Malahan
dongeng dan kegiatan mendongeng membentuk benih-benih sikap positif. Sikap yang
terus-menerus dibentuk hingga menjadi karakter anak setelah dia dewasa.
Harus
diakui, dongeng punya pengaruh luar biasa. Anak-anak, target utama penceritaan
dongeng, mudah terbujuk oleh cerita-cerita dongeng. Penelitian mengungkapkan
bahwa dongeng bisa mengembangkan kecerdasan intelektual, emosional, dan
spiritual anak. Dongeng sanggup mengembangkan moral; guna mengetahui perbuatan
yang baik dan buruk.
Psikolog
Ninok Widiantoro mengatakan, dongeng bisa menciptakan sisi kepekaan sang anak.
Tokoh dan karakter yang diceritakan dalam dongeng akan selalu diingat oleh sang
anak, apakah itu tokoh baik maupun tokoh jahat. Cerita dongeng juga dapat
berpengaruh bagi kesembuhan anak yang sedang sakit, terutama dampak
psikologisnya. Selain itu, dari berbagai cara untuk mendidik anak, dongeng
merupakan cara paling ampuh dan efektif untuk memberikan sentuhan humanis dan
sportifitas bagi anak. Dongeng berpengaruh pada cara berpikir, moral, dan
tingkah laku.
Dongeng membentuk dan mengembangkan imajinasi anak.
Hal ini selaras dengan hasil kajian Robert Fulghum. Pakar anak ini, dalam salah
satu bukunya, pernah mengatakan bahwa imajinasi lebih kuat dari pengetahuan dan
impian lebih kuat dari fakta. Fulghum bahkan menegaskan, menghadirkan dunia
imajinasi sejak dini sangat bermanfaat bagi kesehatan anak.
Selain itu, dongeng berguna untuk memasukkan nilai dan
etika secara halus kepada anak. Dongeng akan menanamkan sikap mental yang
bersemangat dan tanggung jawab pada diri si anak. Pesan moral, ajaran pekerti,
dan pendidikan karakter yang terkandung dalam dongeng akan memberikan
keteladanan dan panutan bagi anak.(http://www.kpk.go.id/ 2009/2/16 10:49:57 – 1)
Atas
dasar pemikiran seperti itu, rupanya dongeng sejalan dengan tujuan pendidikan
antikorupsi.Yakni pembentukan manusia yang mempunyai pemahaman, sikap, dan
perilaku yang anti terhadap korupsi. Terutama pendidikan antikorupsi kepada
anak dini usia.
Subscribe to:
Posts (Atom)