Pengertian atau definisi kharisma. Sering kita mendengar istilah kharisma kyai, pemimpin dan lain - lain. Dalam artikel ini, saya mencoba memahami tentang kharisma seorang pemimpin, dan mengapa kharisma itu mampu melekat pada seseorang, sehingga dapat disebut sebagai kepemimpinan yang kharismatik.
kharisma ,bahasa Latin dan berasal dari kata Yunani yang berarti "tolong", kharisma merujuk pada kemampuan beberapa orang untuk menarik dan memikat orang lain. Seorang individu kharismatik membangkitkan kekaguman orang lain dengan mudah dan alami.
karisma adalah bawaan dan bagian dari kepribadian manusia. Ini adalah kapasitas yang dikaitkan dengan sukses, peran , dan lain - lain , Sehingga beberapa orang mengatakan seseorang dapat menjadi kharismatik dengan memperkuat harga diri mereka, kemampuan mereka sebagai manusia yang bermanfaat bagi sesama.
Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/communication-media-studies/2168327-pengertian-kharisma/#ixzz262HXojX6
Berikut ini adalah 10 cara meningkatkan kharisma diri :
1. Niatkan sebaik mungkin dalam berinteraksi sesama manusia
2. Mandi pada waktu subuh
3. Berpenampilan sebaik mungkin
4. Menggunakan bahasa yang baik dalam berkomunikasi
5. Perbanyaklah Tersenyum
6. Berperilaku jujur dalam setiap keadaan
7. Setia
8. Dermawan ( tidak pelit)
9. Mempunyai ketenangan spiritual ( beribadah )
10. Selalu bersyukur kepada allah
Sunday, September 9, 2012
Tuesday, June 26, 2012
Sejarah Perkembangan Ilmu Sejarah
Sejarah Perkembangan Penulisan Ilmu Sejarah
Pengertian Ilmu sejarah
Ilmu
Sejarah dalam bahasa Indonesia dapat berarti ilmu yang mempelajari kejadian
masa lampau yang benar-benar terjadi atau riwayat asal usul keturunan.
Kata
Sejarah berasal dari kata Syajaratun atau Syajarah dalam bahasa Arab yang
artinya pohon atau silsilah. Umumnya sejarah atau ilmu sejarah diartikan
sebagai informasi mengenai kejadian yang sudah lampau. Sebagai cabang ilmu
pengetahuan, mempelajari sejarah berarti mempelajari dan menerjemahkan
informasi dari catatan-catatan yang dibuat oleh orang perorang, keluarga, dan
komunitas. Pengetahuan akan sejarah melingkupi: pengetahuan akan
kejadian-kejadian yang sudah lampau serta pengetahuan akan cara berpikir secara
historis.
Dahulu,
pembelajaran mengenai sejarah dikategorikan sebagai bagian dari Ilmu budaya
(Humaniora). Akan tetapi, di saat sekarang ini, Sejarah lebih sering
dikategorikan sebagai Ilmu sosial, terutama bila menyangkut perunutan sejarah
secara kronologis.
Ilmu
sejarah mempelajari berbagai kejadian yang berhubungan dengan kemanusiaan di
masa lalu. Sejarah dibagi ke dalam beberapa sub dan bagian khusus lainnya
seperti kronologi, historiografi, genealogi, paleografi, dan kliometrik. Orang
yang mengkhususkan diri mempelajari sejarah disebut sejarawan.
Ilmu sejarah
juga disebut sebagai Ilmu tarikh.
Tuesday, June 5, 2012
Contoh RPP
RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Nama Sekolah : SD negeri 5 Belinyu
Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas/semester : V (Lima)/1(satu)
Nama Sekolah : SD negeri 5 Belinyu
Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas/semester : V (Lima)/1(satu)
Alokasi
Waktu
: 4 x 35 menit (2 pertemuan).
Standar Kompetensi
1. Memahami pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kompetensi Dasar
1.1. Medeskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Indikator
1. Menunjukkan sisi utara, selatan, timur, dan barat NKRI, serta menyebutkan nama negara atau perairan yang menjadi batas NKRI.
2. Menyebutkan posisi lintang dan bujur NKRI.
3. Memahami tujuan penetapan batas-batas fisik NKRI.
4. Menjelaskan fungsi wilayah darat NKRI.
5. Menjelaskan fungsi wilayah laut NKRI.
6. Menjelaskan fungsi wilayah udara NKRI.
Standar Kompetensi
1. Memahami pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kompetensi Dasar
1.1. Medeskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Indikator
1. Menunjukkan sisi utara, selatan, timur, dan barat NKRI, serta menyebutkan nama negara atau perairan yang menjadi batas NKRI.
2. Menyebutkan posisi lintang dan bujur NKRI.
3. Memahami tujuan penetapan batas-batas fisik NKRI.
4. Menjelaskan fungsi wilayah darat NKRI.
5. Menjelaskan fungsi wilayah laut NKRI.
6. Menjelaskan fungsi wilayah udara NKRI.
Monday, June 4, 2012
Sifat dan Azas Pajak
Menurut sifatnya pajak dikelompokan menjadi :
a. Pajak subyektif (pajak yang bersifat perorangan );Pajak yang pemungutannya berpangkal pada diri orangnya ( subyeknya ). Keadaan seseorang dapat mempengaruhi besar kecilnya jumlah pajak yang harus dibayar. Misalnya Status sudah kawin atau belum, susunan keluarga dan tanggungan lainnya.
b. Pajak Objektif ( Pajak yang bersifat kebendaan ).
Yaitu pajak yang pemugutannya berpangkal pada objeknya, dan pajak ini dipungut karena keadaan, perbuatan dan kejadian yang dilakukan atau kelakuan yang terjadi.
Keadaan: adanya penghasilan akan dikenakan Pajak Penghasilan; adanya Bumi dan Bangunan akan dikenakan Pajak Bumi dan Bangunan.
Perbuatan: adanya penyerahan barang atau jasa akan dikenakan Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa
Kejadian:meninggalnya pewaris mengakibatkan warisan yang belum terbagi dikenakan pajak penghasilan.
Subscribe to:
Posts (Atom)